Sabtu, 05 November 2011

Hikmah Puasa Sunnah Arafah dan Keistimewaannya

Apa itu Puasa Arafah?
Puasa Arafah adalah puasa pada tanggal 9 Dzul hijjah. Disebut puasa arafah karena pada hari itu umat muslim yang sedang berhaji sedang wukuf di Arafah yang menjadi salah satu rukun haji. Pendapat lain mengatakan bahwa puasa Arafah menjadi pengganti ibadah haji bagi orang-orang yang belum mampu melaksanakanya, baik secara materi maupun waktu. Namun begitu, puasa ini bersifat sunnah, artinya barang siapa berpuasa mendapatkan pahala dan jikalau ditinggalkan tidak berdosa.
Kalo Puas Tarwiyah?
Pusa Tarwiyah adalah puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah. Puasa ini sebenarnya hanya dijadikan pelengkap puasa Arafah. Kalau dicari dalam hadits atau keterangan-keterangan para ulama’ haditsnya adalah dho’if atau bahkan maudhu’. Namun karena menyuruh kepada kebaikan, maka tidak ada dosa menjalankan puasa pada tanggal 8 Dzulhijjah selama niatnya karena Allah.
Lalu, apa Hikmah puasa Arafah?
Hikmah dari puasa arafah sangat besar sekali. Diantaranya adalah sebagai pengganti hajinya orang-orang yang tidak mampu. Maksudnya adalah orang yang tidak mampu berhaji atau dalam keadaan miskin (fuqoro’). Hikmah lainya adalah bahwa barangsiapa yang berpuasa pada hari Arafah, akan diampuni/ dihapus dosa-dosa kecil setahun yang lalu dan stahun yang akan datang.
Hal ini disandarkan pada hadits shohih sebagai berrikut:
Artinya : “ …dan puasa pada hari Arafah -aku mengharap dari Allah-
menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan
datang. Dan puasa pada hari Aasyura’ (tanggal 10 Muharram) -aku mengharap
dari Allah- menghapuskan (dosa) satu tahun yang telah lalu
” [Shahih Riwayat
Imam Muslim 3/168, Abu Daud no. 2425, Ahmad 5/297, 308, 311, Baihaqi 4/286
dan lain-lain].
Riwayat lain mengungkapkan:
“Puasa hari Arafah menebus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, dan puasa Assyura (10 Muharram) menebus dosa setahun yang telah lewat.”
(HR.Ahmad, Muslim dan Abu Daud dari Abi Qotadah).
Atas rahmat dan hidayah Allah pada hari Arafah ini, maka sudah sekiranya kita berusaha untuk berpuasa Arafah. Semoga amal kitaa diterima disisi-Nya dan mendapatkan hikmah puasa Arafah yaitu menggantikan ibadah haji dan diampuni dosanya setaahun yang lalu dan yang akan datang.
Wallahu a’lam bisshowab.

http://imtaq.com/hikmah-puasa-sunnah-arafah/

Keistimewaan Puasa Arafah

Puasa Arafah ini merupakan kelanjutan dari Puasa Tarwiyah, yaitu jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah.

Arafah merupakan tempat yang sangat penting pada musim ibadah haji, dimana di Arafah sana jamaah haji harus melakukan wukuf, yang merupakan rukun haji.
Tanpa melakukan wukuf di Arafah, maka hajinya tidak sah.

Keadaan di Arafah ini merupakan replika di Padang Mahsyar saat manusia dibangkitkan kembali dari kematiaan oelh Allah SWT. Saat itu semua manusia sama di hadapan-Nya, yang membedakan hanyalah kualitas iman.
Arti Wukuf.
Secara harfiah wukuf artinya Berdiam Diri.
Wukuf di Arafah dilakukan pada waktu antara tergelincirnya matahari (tengah hari) pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai matahari terbenam dengan berpakaian ihram.

Pada saat wukuf, jamaah haji disarankan memperbanyak doa sambil menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangan, juga memperbanyak taubat memohon ampunan Allah SWT. Karena pada saat wukuf inilah saat yang utama untuk berdoa, memohon ampunan serta bertaubat.

http://hikmahteladan.blogspot.com/2011/11/keistimewaan-puasa-arafah.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar